Sabtu, 17 Agustus 2013

Ilmu Nahwu

Maf'ul Ma'ah
Maf'ul Ma'ah adalah isim fadhlah (tambahan) yg dinashabkan oleh fi'il atau apa2 yg di dalamnya mengandung makna fi'il dan huruf2nya yg menunjukkan pd lafadz yg terjadinya fi'il tersebut dgn kebersamaannya yg didahului oleh wawu yg mengandung makna ma'iyah (kebersamaan) secara nash.

Syarat maf'ul ma'ah :
1. Terdiri dari ma'mul fadhlah (tambahan) (bukan ma'mul umdah)
2. Didahului oleh "Jumlah" (bukan Mufrod)
3. Wawu yg mendahului isimnya yg bermakna "مَعَ"

Amil pd maf'ul ma'ah :
1. Fi'il
Contoh : حَضَرَ الأَمِيْرُ وَ الْجَيْشَ

2. Isim yg menyerupai fi'il
Contoh : الأَمِيْرُ حَاضِرٌ وَ الْجَيْشَ

Hukum isim yg sesudah wawu :
1. Wajib nashab
Apabila ia diathofkan, maka ia akan menimbulkan kesalahan atau tidak cocok dlm makna (arti).
Contoh : سَافَرَ خَلِيْلٌ وَ اللَّيْلَ

2. Wajib athof
Apabila ia tidak memenuhi 3 syarat tersebut atau fi'ilnya/amalnya tidak akan terjadi yg menunjukkan arti "Musyarokah".
Contoh : كُلُّ امْرِئٍ وَ شَاْنُهُ

3. Boleh 2 cara (Nashab atau Athof)
Apabila ia tidak terdapat kelemahan baik segi susunan maupun maknanya.
Contoh :
سَارَ الأَمِيْرُ وَ الْجَيْشَ / الْجَيْشُ
سِرْتُ وَ الْجَيْشَ / الْجَيْشُ
مَا أَنْتَ وَ سَعِيْدًا / سَعِيْدٌ
أُسْكُنْ أَنْتَ وَ عَلِيًّا / عَلِيٌّ

4. Boleh 2 cara (Nashab atau Athof), tetapi lebih baik dinashabkan menjadi maf'ul ma'ah daripada diathofkan
Apabila ia diathofkan, maka ia akan terdapat kelemahan dlm segi susunan, yaitu isim zhohir yg diathofkan pd dhomir rofa' baik bariz maupun mustatir tanpa dipindah dgn lafadz lainnya.
Contoh :
 سِرْتُ وَ الْجَيْشَ
أُسْكُنْ وَ عَلِيًّا

Tidak ada komentar:

Posting Komentar